Monday, October 28, 2019

Pulpa


Image result for pulpa"               
   Diagnosis Penyakit Pulpa dan Kelainan Periapikal Penyakit pulpa dan periapikal Kondisi normal Sebuah gigi yang normal bersifat
(a) asimptomatik dan menunjukkan
(b) respon ringan sampai moderat yang bersifat sementara terhadap stimuli pulpal thermal dan electric, dan
(c) respon segera reda ketika rangsangan tersebut dihilangkan.
(d) Gigi dan bagian perlekatannya tidak menimbulkan reaksi yang menyakitkan saat perkusi dan palpasi. Apakah yang dimaksud penyakit pulpa atau periapikal? Gangguan yang terlibat dalam pulp, atau jaringan periapikal. Klasifikasi penyakit pulpa Pulpitis reversibel Pulpa mengalami inflamasi sejauh rangsangan termal yang menyebabkan respon cepat, tajam, hipersensitif, yang segera mereda ketika stimulus dihilangkan. Pulpitis reversibel bukanlah penyakit tetapi hanya gejala. Jika penyebabnya dihilangkan, pulpa kembali ke kondisi yang tidak terinflamasi dan gejala mereda. Sebaliknya, jika penyebabnya tetap, gejala bisa bertahan, dan inflamasi bisa menjadi lebih luas, dan akhirnya menyebabkan pulpitis ireversibel. Penyebab: setiap iritan yang dapat mempengaruhi pulpa dapat menyebabkan pulpitis reversibel seperti karies, termal, scaling periodontal dan root planing yang dalam. Membedakan pulpitis reversibel dari ireversibel:
2.                  Respon rasa sakit yang tajam terhadap rangsangan termal. Rasa sakit spontan. Pengobatan pilihan: Sedative dressing, atau disebut restorasi sementara dengan pemberian bahan sedatif, seperti zinc oxide. Pulpitis ireversibel Pulpitis ireversibel dapat bersifat akut, sub akut, atau kronis, dan mungkin parsial dan total. Secara klinis, pulpitis ireversibel yang akut bersifat simptomatik, sedangkan kronis yang asimptomatik. Pada tahap ini, perubahan dinamis dalam pulpa selalu terjadi. Pulpitis ireversibel simptomatik Jenis pulpitis ini ditandai dengan rasa sakit hebat secara spontan yang intermiten (sebentar) atau terus-menerus. Rasa sakit dapat disebabkan oleh perubahan suhu secara tiba-tiba yang berkepanjangan. Rasa sakit disebabkan oleh stimulasi dingin dapat dikurangi dengan panas, dan sama halnya, rasa sakit akibat panas dapat dikurangi dengan dingin. Bahkan mungkin terjadi respon yang menyakitkan untuk kedua rangsangan dingin dan panas juga. Rasa sakit juga bisa disebabkan oleh perubahan posisi tubuh. Rasa sakit mungkin terlokalisir atau referred (misalnya berasal dari molar mandibula ke arah telinga atau naik sampai ke daerah temporal).
3.                  Pada tahap lanjut, sedikit penebalan pada ligamen periodontal dapat terlihat melalui gambaran radiografi. Suatu pulpitis ireversibel simptomatik bisa didiagnosis melalui dental history, pemeriksaan visual, tes termal dan radiografi. Pulpitis ireversibel asimptomatik Pulpitis ireversibel jenis ini asimptomatik karena eksudat inflamasi dengan cepat keluar. Hal ini dapat berkembang melalui konversi dari yang bergejala menjadi keadaan tanpa gejala. Hal ini juga dapat disebabkan oleh iritasi pulpa (lesi karies) derajat rendah dan berkepanjangan, cedera traumatik. Ada tiga jenis pulpitis asimptomatik. Pulpitis hiperplastik Secara klinis, pertumbuhan jaringan pulpa yang berlebihan seperti kembang kol (cauliflower) berwarna kemerahan melalui dan di sekitar karies. Hal ini khas ditemukan pada remaja (usia muda) karena vaskularisasi pulpa yang baik. Resorpsi internal Keadaan ini adalah resorpsi dentin dari pulpa bagian luar, yang sering disebabkan oleh trauma atau pulp capping. Hal ini biasanya dapat didiagnosis melalui radiografi. Kalsifikasi saluran akar Sejumlah besar dentin reparatif menghasilkan deposit sepanjang sistem saluran akar yang disebabkan oleh perawatan periodontal, abrasi, trauma dll.
4.                  Nekrosis Kematian pulpa dapat berasal dari suatu pulpitis ireversibel yang tidak dirawat atau mungkin terjadi segera setelah cedera traumatik yang mengganggu suplai darah ke pulpa. Nekrosis mungkin terjadi secara parsial atau total, dan sebagian mungkin menunjukkan beberapa gejala pulpitis ireversibel. Kadang-kadang pada gigi anterior, mahkota akan menjadi gelap. Klasifikasi Kelainan Periapikal Periodontitis apikal akut - Keadaan ini menggambarkan inflamasi di sekitar apeks. - Gigi dengan periodontitis apikal akut peka terhadap perkusi. - Gigi mungkin karies. - Secara radiografi ligamentum periodontal apikal mungkin tampak sedikit melebar atau normal. Penyebab: - Perluasan penyakit pulpa ke dalam jaringan periapikal. - Prosedur endodontik seperti pengisian saluran akar melewati foramen apikal. - Trauma oklusal yang berasal dari restorasi yang ketinggian atau bruxism kronis. Abses apikal akut. - Keadaan ini menimbulkan rasa sakit, eksudat purulen di sekitar apeks. - Cepat timbul rasa sakit dan pembengkakan yang ringan sampai parah, dan rasa sakit terhadap perkusi, dan mungkin terjadi mobilitas.
5.                  Perbedaan abses apikal akut dari abses periodontal lateral dan dari abses phoenix Untuk abses periodontal Tes pulpa termal dan elektrik menunjukkan pulpa vital; terdapat poket periodontal; gigi mungkin normal. Untuk abses phoenix Semua gejala abses apikal akut ditambah radiolusensi di sekitar apeks gigi. Periodontitis apikal kronis - Periodontitis apikal kronis menunjukkan inflamasi asimptomatik yang lama di sekitar apeks. Meskipun periodontitis apikal kronis cenderung asimptomatik, mungkin terdapat sedikit nyeri berkala terhadap palpasi dan perkusi. - Hanya pemeriksaan biopsi dan mikroskop yang dapat mengungkapkan apakah lesi apikal ini merupakan dental granuloma, abses, atau kista. - Diagnosis dikonfirmasi dengan adanya radiolusensi yang mungkin difus atau berbatas jelas, tidak adanya vitalitas pulpa, dan saluran sinus (sinus tract). Abses phoenix Sebuah abses phoenix adalah periodontitis apikal kronis yang tiba-tiba menjadi simptomatik. Gejalanya identik dengan yang terjadi pada abses apikal akut, perbedaan utama bahwa abses phoenix didahului oleh kondisi kronis.
6.                  Osteosklerosis periapikal Osteosklerosis periapikal adalah mineralisasi tulang yang berlebihan di sekitar apeks yang disebabkan oleh inflamasi pulpa tingkat rendah, relatif asimptomatik, kronis yang paling sering ditemukan pada usia muda. Penyebab Meskipun banyak faktor yang dapat menyebabkan endodontitis yang selanjutnya berkembang menjadi periodontitis apikal, bakteri adalah salah satu penyebab yang paling umum. Faktor-faktor lain meliputi: Trauma Thermal Elektrik statis Laser Bahan pengisian Bahan adhesif atau etsa Obat untuk pembersihan saluran akar Aspek imunologis Rencana perawatan Apabila gigi telah dikonfirmasi mengalami pulpitis ireversibel atau kelainan apikal, perawatan endodontik harus dilakukan. Sebelum anda memutuskan untuk melakukan perawatan endodontik perlu anda pertimbangkan hal berikut: Evaluasi fisik
7.                  Hal ini terutama yang berkaitan tentang kondisi sistemik (penyakit) seperti penyakit jantung, gangguan perdarahan, diabetes, kanker, AIDS, kehamilan, alergi, terapi steroid, penyakit menular, dll. Evaluasi psikologis Seorang pasien yang menunjukkan tidak adanya dorongan (motivasi) untuk menjaga oral hygiene yang baik atau orang yang tidak dapat memenuhi jadwal perawatan, bukanlah calon pasien yang baik untuk terapi endodontik. Evaluasi gigi Morfologi Panjang tidak normal Bentuk tidak normal Jumlah (akar atau saluran akar) tidak normal Resorpsi Kalsifikasi Perawatan sebelumnya Penyumbatan saluran akar Birai Perforasi Lokasi gigi Aksesibilitas Jarak ke struktur lain Restorability Status periodontal
8.                  Bentuk saluran akar: apeks yang terbuka membutuhkan teknik penutupan apeks (apical closure) sebelum obturasi. Jarak ke struktur lain Foramen mentalis Sinus maksila Restorability Kerusakan ke arah furkasi mungkin membuat gigi tidak dapat dirawat 4. Rencana perawatan Urutan dan proses umum rencana perawatan Penanganan rasa sakit pulpa atau periodontal akut. Oral surgery untuk ekstraksi gigi yang tidak dapat dirawat. Kontrol lesi karies yang dalam yang mungkin merusak pulpa. Prosedur periodontal untuk penanganan jaringan lunak. Prosedur endodontik untuk gigi asimptomatik dengan pulpa nekrotik dan perawatan bedah atau re-treatment pada saluran akar yang gagal. Prosedur restoratif dan prostetik. Perawatan saluran akar satu kali kunjungan Apakah pulpitis atau apikal periodontitis? Apa yang kita ketahui sekarang? 


0 comments:

Post a Comment